Nostalgia Dengan Situs Wisata di Jakarta

Posted on

Tur ke Tempat Situs wisata di Jakarta terasa tidak lengkap kala lewati pelesir ke landscape kota tua dibagian Jakarta Barat. Museum Fatahillah jadi satu dari banyak ikon situs wisata kota tua Jakarta. Mengawali sekadar kongkow sampai dengan belajar sejarah, segalanya nyaman dilaksanakan di sana.

Sepeda onthel warna-warni yang berderet di sebagian sudut Taman Fatahillah seperti membawa kita balik ke masa yg lalu. Sepeda ini direntalkan pemiliknya. Dengan mengeluarkan Rp 20.000-Rp 30.000, kalian bisa menjelajah wilayah kota tua. Sepeda di rentalkan lengkap terhadap topi khas meneer juga noni Belanda.

Banyak kawasan situs wisata yang bisa dikunjungi guna menikmati masa silam Jakarta. Yang awal tentu wajib masuk Museum Fatahillah. Dalam museum yang awalnya berfungsi jadi balai kota, kita cukup belajar banyak seputar sejarah Tempat situs wisata di Jakarta.

Beraneka koleksi diperlihatkan di museum itu sendiri. Mulai replika sisa-sisa prasejarah sampai dengan pra-kemerdekaan Indonesia. Beragam sudut ruangan melengkapi khazanah wawasan kalian seputar Jakarta. Tersedia guide dalam Museum Fatahillah yang sudah siap memandu kalian, mengkisahkan seisi museum. Pengunjung dapat rental sepeda dan mengeksplor di jalan sekeliling Taman Fatahillah utk menikmati keadaan kota tua. Sepeda di rentalkan.

Tapi sayang, museum yang di bangun oleh Gubernur Jenderal J.P. Coen ini dirombak ulang sampai dengan akhir Februari. Tetapi, jangan kecewa, banyak museum yang lain bisa kalian lihat. Berada Museum Wayang juga Museum Keramik. Agak murah masuk museum ini, cukup membeli tiket Rp 5.000.

Beraneka jenis wayang terpampang di Museum Wayang. Tak hanya itu, boneka buatan dari beraneka negara pula mengelilingi koleksi museum itu sendiri. Jika kalian tengah gandrung sejarah seri pewayangan di stasiun Tv, kelihatannya perlu luangkan waktu ke museum ini tuk me­nambah wawasan. Ada pun Museum BI juga Bank Mandiri yang dianjurkan dinikmati tidak terlalu jauh dari daerah Taman Fatahillah.

Wisatawan yang berkunjung pada hari biasa suka kongkow-kongkow di daerah Taman Fatahillah. Aktivitas sekedar mengayuh onthel, selfie berlatar belakang gedung tua, sampai dengan menikmati makanan khas Betawi. Meskipun bukan liburan, semua penjual jajanan khas Betawi tak sulit ditemukan di daerah Taman Fatahillah. Mereka jualan mulai dari gerbang masuk taman sampai dengan depan Museum Wayang. Dari kerak telor sampai bir pletok dijual.

Tuk datang ke kota tua, banyak sekali trans­portasi yang boleh digunakan. Mulai Transjakarta juga angkot. Begitu pun soal hotel. Tidak jarang hotel, guest house di daerah kota tua juga Glodok. Harganya beraneka ragam, dari Rp 250.000 sampai dengan Rp 600.000. Jauh Taman Fatahillah terhadap sentral per­belanjaan Glodok memang tidak terlalu begitu jauh. Bahkan, saat ingin hemat dan melihat view bangunan tua di kota tua, kalian dapat tracking dari lokasi Glodok hingga ke Taman Fatahillah.

Jika kalian berwisata ke Jakarta tuk belanja, mungkin bermalam di wilayah Pasar Tanah Abang boleh menjadi alternatif. Disini ada guest house tak mahal, bersih, juga menyediakan fasilitas sebagaimana hotel berbintang. Hotel-hotel terjangkau itu tersiar di Jl Kebon Kacang, serupa di pinggir Pasar Metronya. Jauh dari Tanah Abang menuju ke Kota Tua pula tidak begitu jauh. Bisa ditempuh memakai 1 kali angkot.

Jika hendak merasakan rasa langka dari Kota Tua Jakarta, kemungkingan kalian bisa menikmati situs wisata malam jakartanya. Caranya ikut tur yang terselenggara oleh komunitas maupun penyelenggara situs wisata indonesia. Satu diantara yang banyak dianjurkan orang adalah Jakarta Heritage Trails. Rutinitas itu terselenggara Komunitas Historia. Tidak sedikit pilihan situs wisata yang ditawarkan komunitas ini. Mulai situs wisata malam didalam kota tua, China Town Journey, sampai dengan mengeksplor jejak si Pitung.

Wisata nite kota tua pada umumnya dise­lenggarakan dengan paling sedikit 10 orang. Oleh lantaran itu, jika traveling sendiri, kalian perlu menelpon panitia penyelenggara tuk boleh bergabung dengan rombongan lainnya. Durasi jalan-jalan kira-kira empat jam, jam 19.00-23.00. Dengan disertai guide, peserta pasti diajak eksplorasi dengan menggowes onthel ataupun jalan kaki. Titiknya Taman Fatahillah, Jembatan Kota Intan, maupun bisa jua sampai pergi ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Kawanan tersebut juga telah menggelar tur Night At the Museum.

Leave a Reply

Your email address will not be published.